Blog ini berisi tentang 1001 cerita rakyat seperti kumpulan dongeng, fabel, legenda suatu wilayah, cerita lucu, kumpulan motivasi. Selamat Membaca.

Total Tayangan Laman

Asal Usul Danau Toba

            Pada zaman dahulu, di Sumatera Utara, hiduplah seorang petani yang bernama Toba. Ia hidup menyendiri di sebuah lembah desa yang landai dan subur. Terkadang, Toba pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali Toba memancing, keranjangnya selalu penuh. Ikan hasil tangkapannya, dia masak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada suatu hari, Toba pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi dia tak mendapatkan seekor ikan pun. Padahal ikan di sungai terlihat jelas dan banyak. tak seperti biasanya Toba mudah memancing ikan. Sehingga Toba berhenti memancing untuk hari ini. Ketika Toba menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ke tengah sungai. Toba merasa senang karena ikan yang mengambil pancingnya itu adalah ikan yang besar. Setelah mendapatkan tangkapan ikan yang besar, Toba berendam sejenak menikmati segarnya air sungai. Hingga hari mulai senja, Toba pun kembali ke rumah.
             Malam telah tiba dan terdengar suara perut Toba, "Krucuk.... Krucuk....". Dia ingin sekali memakan daging ikan besar itu. Lalu Toba menyiapkan kayu bakar untuk perapian dan beberapa bumbu masak. Saat Toba kembali ke dapur, dia terkejut karena ikan besar tangkapannya sudah menghilang. Tetapi tepat di tempat ikan tangkapannya, terdapat beberapa keping uang emas. Karena terkejut, Toba melihat sekeliling rumah jika ada seseorang selain dirinya. Namun Toba tak melihat siapa pun. Lalu dia makan seadanya dan kembali ke kamar.
             Ketika Toba Membuka pintu kamar, muncul seorang wanita yang sedang menyisir rambutnya. Toba terkejut dan bertanya, "Siapa kamu? Apakah kamu yang mengambil ikan besar tangkapanku?". Lalu wanita berambut panjang itu membalikkan badan. Sungguh luar biasa pesona wanita itu karena selama hidupnya, Toba sering menggembala dan tak pernah menemui wanita yang sangat cantik dan mempesona sepertinya. Lalu wanita itu menjawab, "Aku adalah jelmaan dari ikan tangkapanmu, sedangkan kepingan emas itu adalah perwujudan dari sisik ikanku". Karena hari sudah malam, wanita itu menyuruh Toba menghidupkan lampu dan menuju dapur. Ia menceritakan awal mula ketika terkena kutukan dan menjadi ikan. Disamping bercerita, wanita itu menyiapkan nasi dan memasak daging untuknya.
             Setelah selesai makan, Toba sangat ingin memperistri wanita itu. Lalu wanita itu menerimanya atas kebaikannya mendengarkan cerita Toba. Tetapi dengan syarat, Toba harus bersumpah tidak memberitahu asal usulnya yang berasal dari jelmaan ikan di sungai.
             Hari demi hari berlalu, Toba dan sang istri memperoleh keturunan seorang laki-laki. Ia anak yang selalu dimanja sehingga anak itu enggan membantu orang tuanya. Anak laki-laki itu bernama Samosir.
            Hingga suatu hari, Samosir dipanggil ibunya, "Samosir, antarkan makanan di ke Ayah di ladang! Ayah pasti lapar".
            "Enggak! Samosir lelah, ingin tidur dulu", jawab Samosir. Lalu sang ibu memarahinya dan memaksa Samosir hingga Samosir pergi ke ladang untuk mengantarkan makanan.
           "Ibu jahat! Padahal aku ingin bersantai-santai seperti biasanya. Sungguh kesal diriku, lebih baik aku makan saja bekal ini!", kata Samosir dengan kesal. Kemudian Samosir memakan bekal untuk Sang Ayah dan menyisakan sebagian saja.
           Sesampainya di ladang, Samosir memberikan bekal untuk Pak Toba. Namun Pak Toba sangat marah karena bekal yang dinanti-nanti ternyata makanan sisa. Lalu Samosir mengaku karena telah menghabis bekal sang ayah karena merasa kesal. Mendengar keterangan Samosir, Pak Toba menjadi marah dan mengumpat Samosir, "Dasar anak jelmaan ikan sungai!".
             Mendengar ocehan sang ayah, Samosir berlari menuju rumah dengan menangis. Sesampainya di rumah Samosir mengadu pada sang ibu dan menceritakan kalau Ayah menyebut dirinya anak dari Jelmaan Ikan Sungai. "Oh tidak! Suamiku telah melanggar sumpahnya ketika menikah denganku!!!", pikir sang Ibu. Lalu Ibu menyuruh Samosir pergi ke bukit tertinggi dan bersembunyi di antara pepohonan. Sang Ibu melihat Samosir telah sampai di dataran tertinggi, lalu membalikkan badannya dan menuju sungai terdekat.
              Seketika itu, awan berubah menjadi gelap, sungai menjadi surut dan petir mulai menyambar. Terdengar suara gemuruh dari bawah tanah dan tiba-tiba air keluar deras dan membanjiri dataran rendah hingga ke ladang di mana Toba berladang. Samosir ketakutan dan tetap di dataran tinggi itu hingga terbentuklah suatu danau yang luas dan terdapat pulau di tengah danau yang bernama Samosir.



- SEKIAN
Share:

No comments:

Post a Comment

Let's comment ...

Translate

Labels

Featured Post

Perang Bubat Antara Majapahit dan Sunda

Sejarah Perang Bubat berasal dari Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Prabu Linggabuana yang bernama Dyah Pitaloka Citr...

About Me

My photo
semua konten blog-blog yang saya publis adalah 100% lulus uji konten dari berbagai Duplicate Checker, terima kasih ........ My Contacts : Instagram : @suhendravebrianto ,, Twitter : @suhendravebrian
-------- SUBSCRIBE untuk mendapatkan tutorial Adobe Photoshop dan After Effect yang super keren.

Recent Posts

Populer Stories

Suhendra Vebrianto. Powered by Blogger.

BTricks

cursor

Mushroom Shroom