Blog ini berisi tentang 1001 cerita rakyat seperti kumpulan dongeng, fabel, legenda suatu wilayah, cerita lucu, kumpulan motivasi. Selamat Membaca.

Total Tayangan Laman

Wortel, Telur dan Kopi


           Pada suatu hari, hiduplah seorang ayah sebagai koki dan seorang anak perempuannya. Mereka menjalani kehidupan dengan kehidupan yang serba seadanya dan sangat sedikit orang yang berbaik hati padanya. Hingga anak perempuannya mengeluh pada sang Ayah karena penderitaan hidupnya yang sangat berat. Anak perempuan itu tak tahan dengan penderitaan yang berkelanjutan dan memutuskan untuk menyerah. Dia sangat lelah dan bosan dengan nasihat-nasihat untuk terus berjuang. Karena jika suatu persoalan telah selesai, maka persoalan yang lain datang secepatnya secara tiba-tiba.
       Kemudian sang ayah mengajaknya ke dapur. Lalu Ayah menuangkan air pada tiga panci dan menaruhnya di atas bara api. Setelah ketiga air panci itu mendidih. Pada panci pertama, Ayah memasukkan beberapa wortel utuh. Lalu dalam panci kedua, Ayah memasukkan beberapa butir telur mentah. Dan dalam panci terakhir, Ayah mencelupkan beberapa biji kopi. Lalu Ayah membiarkan ketiga panci itu beberapa saat dan terdiam sejenak.
           "Ayah, ayah sedang memasak apa?" kata Anak Perempuan dengan tidak sabar. Ia bingung melihat masakan Ayah. Waktu terus berjalan hingga setengah jam dan Ayah mematikan kompor. Dia mengambil wortel-wortel dan diletakkannya di dalam mangkuk pertama. Lalu telur-telur ditaruhnya di dalam mangkuk kedua. Kemudian kopi panas dituangkan ke dalam segelas cangkir. Sesudah itu, Ayah membalikkan badan dan menghadap pada putrinya, lalu Ayah bertanya, “Sayangku, apa yang kamu lihat, Nak?”.
          “Wortel, telur rebus, dan kopi panas, Yah!”, jawab Anak Perempuan dengan kesal. Lalu Ayah meminta anak perempuannya meraba wortel itu. Ia mengetahui kalau wortel-wortel itu terasa lebih lembut dan lebih lentur. Kemudian Ayah memintanya mengambil beberapa telur, memecahnya, dan mengupas kulitnya. Anak Perempuan itu mengetahui kalau telur rebus itu terasa lebih keras. Dan yang terakhir, Ayah memintanya menghirup aroma kopi panas. Kemudian Anak Perempuan itu tersenyum saat mencium aroma kopi yang nikmat. Setelah itu, Ia tersenyum dan bertanya, “Apa maksudnya, Ayah?”.
           Kemudian Ayah menceritakan bahwa masing-masing telah merasakan penderitaan yang sama yaitu direbus oleh air yang mendidih. Namun masing-masing benda memiliki reaksi yang berbeda. Seperti wortel yang awalnya kuat, keras, dan tegar. Ternyata setelah direbus dalam air mendidih menjadi lebih lentur dan lebih lemah. Sedangkan telur yang awalnya mudah pecah dan hanya memiliki kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya, setelah direbus dengan air mendidih, cairan di dalamnya itu berubah menjadi lebih keras. Sedangkan, biji-biji kopi sangat berbeda. Setelah biji-biji kopi direbus dalam air mendidih, biji-biji kopi itu mengubah air yang memberinya penderitaan air mendidih berubah menjadi air kopi yang enak.
           “Dari ketiganya, yang manakah kamu, anakku sayang?”, tanya sang Ayah pada putrinya.
           “Ketika suatu penderitaan datang dalam kehidupanmu, bagaimanakah reaksimu Nak? Apakah kamu menjadi wortel, telur, atau biji-biji kopi?”, lanjut sang Ayah.
           Kemudian anak perempuan itu terdiam dan merenungkan perilakunya dalam menjalani kehidupan.



- SEKIAN





Bagaimana dengan ANDA, sobat?
             Apakah kamu seperti wortel yang awalnya kelihatan keras dan tegar, tetapi saat berhadapan dengan kepedihan dan penderitaan menjadi lembek, lemah, dan kehilangan kekuatan?
           Apakah kamu seperti telur, yang mulanya berhati penurut? Yang awalnya berhati lembut, tetapi setelah terjadi kematian, perpecahan, perceraian, atau pemecatan. Anda menjadi keras dan kepala batu? Kulit luar Anda memang tetap sama, tetapi apakah Anda menjadi pahit, tegar hati,serta kepala batu?
          Atau apakah Anda seperti biji kopi? Kopi mengubah air panas, hal yang membawa kepedihan itu, bahkan pada saat puncaknya ketika mencapai 100 C. Ketika air menjadi panas, rasanya justru menjadi lebih enak. Apabila Anda seperti biji kopi, maka ketika segala hal seolah-olah dalam keadaan yang terburuk sekalipun Anda dapat menjadi lebih baik dan juga membuat suasana di sekitar Anda menjadi lebih baik.


Bagaimana caramu sobat menghadapi penderitaan? Apakah seperti wortel, telur, atau biji kopi?
Share:

No comments:

Post a Comment

Let's comment ...

Translate

Labels

Featured Post

Perang Bubat Antara Majapahit dan Sunda

Sejarah Perang Bubat berasal dari Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Prabu Linggabuana yang bernama Dyah Pitaloka Citr...

About Me

My photo
semua konten blog-blog yang saya publis adalah 100% lulus uji konten dari berbagai Duplicate Checker, terima kasih ........ My Contacts : Instagram : @suhendravebrianto ,, Twitter : @suhendravebrian
-------- SUBSCRIBE untuk mendapatkan tutorial Adobe Photoshop dan After Effect yang super keren.

Recent Posts

Populer Stories

Suhendra Vebrianto. Powered by Blogger.

BTricks

cursor

Mushroom Shroom